Khilafah Islam.
Sungguh saya tidak melihat apa yang salah dengan harapan ini. Tetapi, ah, apakah Anda benar-benar kemudian segera membangun pusat pemerintahan, memilih pimpinan, menulis aturan-aturan?
Saya kok berpikiran alangkah indahnya jika lebih banyak media silaturahmi antar Muslim bermunculan, mengeratkan persatuan, barulah Khilafah itu dapat dijalankan. Jadi, persatuan untuk Khilafah, bukan Khilafah untuk persatuan.
Ide saya simpel. Bukankah semua Muslim bersaudara? Ah, andai Anda tahu betapa inginnya saya dapat melihat saudara saya di US, UK, Belanda, Jepang, Korea, India, Bahrain, Qatar, kira-kira apa yang mereka lakukan sehari-hari? Bisakah mereka mendengar saya? Bisakah saya mendengar mereka? Kenapa jarang sekali saya melihat mereka di TV, di internet, apa saja. Bukankah mereka, saudara-saudara saya itu, ada berjuta-juta? Kenapa sedikit sekali mereka yang, ah, nomor hp-nya tersimpan di address book saya misalnya. Atau yang bertukar pikiran dengan saya sehari-hari.
Alangkah senangnya jika media-media dimanfaatkan untuk kita saling berjumpa, mengenali. Di dunia khilafah yang sempurna, bukankah saya bisa bepergian ke Jepang dengan perasaan tenang karena tahu pasti saudara saya ada di sana dan akan membantu saya mengarungi subway Tokyo dan menghindari red light district atau apapun? Bisa bepergian ke Amerika dan yakin berpuluh atau malah ratusan saudara saya akan datang membela saat saya dipersulit di bandara? Bisa menelpon saudara saya di Austria dan berkata, saya lagi perlu pekerjaan ini, dan segera mendapatkannya?
Saya percaya ini bisa terjadi, sangat percaya, namun sebelumnya bukankah mereka perlu mengenal saya (dan sebaliknya) terlebih dahulu? I want to know that they’re my brother, I want them to know I am their brother. I want to meet them more frequently. Saya ingin mereka tahu bahwa saya juga solat seperti mereka, berpuasa seperti mereka, walau bahasa dan fisik dan warna mata kami berbeda.
Can you link us all, first? Khilafah pasti hanya sekedar tunggu waktu jikalau kita semua telah saling mengenal dan berbincang. Tinggal menyentuh sedikit, kalau tidak malah berjalan dengan sendirinya.
How can I help?

cukup menarik.
.
sebagai seorang yang suka nge-blog, tulisan hafiz ini lumayan bagus, dari sisi kritik dan saran yang cukup produktif.
sebagai seorang muslim, hafiz juga sangat terbuka pemikirannya, dalam melihat sebuah “harapan” umat islam yang bernama “Khilafah Islam”.
sebagai seorang aktifis blog [semoga nggak protes atas gelar ini], insyaAllah hafiz juga dapat berperan aktif, dalam memperbanyak, atau at least, nambahin satu, media silaturrahim untuk kaum muslimin, yang tentu saja, bukan suatu yang gak mungkin bagi seorang hafiz
Can you link us all, first?
i wonder, pertanyaan ini buat sapa yah? kalo dirunut dari atas, -mungkin- pertanyaan ini adalah untuk orang2 yang mengusung dan memperjuangkan khilafah islam. cmiiw.
sebagai orang biasa yang juga ikut memperjuangkan tegaknya khilafah islam, saya mau menjawab pertanyaan sampeyan. salah satu aktifitas dakwah adalah kontak dengan masyarakat. ini adalah sarana silaturahmi yang cukup efektif, mengingat dapat dilakukan secara langsung, face-to-face, dan setiap hari. dalam skala yang agak besar, juga ada forum komunikasi antar tokoh masyarakat. tujuannya adalah satu, untuk mengajak umat islam kepada islam. bukan berarti, orang islam saat ini tidak islam, namun masih banyak pemahaman2 yang kurang disana sini tentang islam. insyaAllah, setiap hari di seluruh dunia ini ada ratusan, atau bahkan puluhan ribu diskusi dalam kontak masyarakat setiap harinya.
How can I help?
melalui media apapun yang hafiz bisa.
uhhm. simply, berdakwahlah, suarakan persatuan umat islam ke seluruh dunia
akhirkata, memang butuh persatuan ummat untuk khilafah. tapi begitu pula, setelah khilafah tegak nanti, khilafah-lah yang akan melindungi persatuan ini.
wallahua’lam bis shawab