Saya tidak tahu darimana asalnya kebiasaan ini, tetapi yang pasti, kalau ada acara agak besar (sunatan, kawinan), orang Jawa sukanya pasang sound system besar, lagu digeber habis, seolah-olah… entahlah. Tidak ada metafor yang cocok.
Dan lagu-lagu itu, biasanya, adalah dangdut. Atau rockdut, dalam kasus saya kali ini, dimana lagunya bercampur berganti-ganti keras dan dangdut, dimana penyanyinya teriak-teriak kayak setan.
Ya Allah.
Selagi saya menulis ini, layar laptop bergetar-getar sendiri karena dentuman speaker-speaker brengsek itu.
Kaca-kaca jendela bergetar.
Dada saya ini bergetar.
Saya terbangun karena suaranya pagi tadi. Dan sekarang, 8 jam sesudahnya, sama sekali tak ada tanda-tanda dia bakal berhenti.
8 jam.
Dan rumah saya masih berjarak beberapa rumah dari tetangga yang sedang sunatan itu. Tahu apa yang terjadi dengan ibu yang rumahnya di samping acara keparat itu? Hipertensinya kambuh dan dia harus dievakuasi menjauhi kampung ini.
Ini adalah salah satu budaya Indonesia yang paling keparat yang saya pernah tahu. Seseorang tolong curi dan klaim kebiasaan ini, kalau perlu saya tambah bonus budaya primbon dan ruwatan. Ambil. Ambil semua.

Gyahahaha, emosi ya yang?
hahahah…. gak usah emosi gitu donk…..
budaya kayak gitu biar menjengkelkan tp unik loh.
kalo primbon malah perlu dilestarikan. bisa buat ngitung hari baik yang tepat untuk memulai mengerjakan skripsi biar selesainya bisa cepet wekekeke…
budaya yang harusnya ditawarin buat dicuri itu budaya korupsi n budaya ga mau antre alias saling srobot, ato juga budaya ibu kota negara yg kebanjiran terus tiap tahun… hehehehe
Yaph, exactly.
Wah suruh yang punya gawe muter Bosanova Jawa, pasti gak jadi marah2, lagunya jawa oldies bin jazz muanteb tenan, pas buat manten dan sunatan…
hehehe
hayuh…. cepetan lulus bozz… [bisikan untukmu dan diriku sendiri :p ]