…berarti biaya perawatannya selama ini didanai negara, dong?
Asal itung aja nih, tapi bisa jadi dana sebanyak itu cukup untuk menyelamatkan seratus warga Indonesia yang sedang sekarat di rumah sakit mungkin, ya?
Kalau harus memilih, antara satu dan seratus itu, mana yang kamu dahulukan?

Saya malah kasian sama Pak Hartonya. Ibaratnya, orang sudah mau tidur, eh dibangunin lagi..
Lama2 meninggalnya bukan karena penurunan fungsi organ–cara mati yang wajar utk orang usia lanjut, tapi karena infeksi dan komplikasi lainnya.. lebih menyakitkan..!!
Lho, belum dijawab itu pertanyaannya
Pilih satu atau seratus?
*masang peci dulu*
Ya tentu tidak akan cukup. Karena seratus orang yang sekarat di rumah sakit itu, sakitnya sama persis dengan pak Harto. Jadi kalau Paj harto menghabiskan biaya -katakanlah 1 milyar- berarti yang seratus orang perlu biaya 100 milyar…
Hmmm… Gw bisa kena gampar orang kalo ngomong gini sih, tapi buat gw ya mendingan selametin aja itu 100 orang. Udah lah, Soeharto udah ga bisa diadilin di dunia; biar Yang Diatas yang ngadilin dia. Sacrifice one to save many.
kan ada aturannya mantap presiden punya hak seperti itu…
Sangat setuju, kondisi pak harto masih jauh lebih baik daripada kondisi jutaan rakyat Indoensia saat ini, yang busung lapar, yang kebajiran, yang digusur lumpur dsb…
14 JAn, Menurut Mensesneg, KErta Rajasa.Metro TV
Hingga saat ini biaya Pak harto ditanggung sendiri oleh Keluarga.
Memang menurut Undang-Undang biaya mantan Presiden apabila sakit, sepenuhnya menjadi tanggunagan negara. Tapi hingga saat ini tidak ada claim yang diajukan pihak kekuarga untuk mengganti biaya RS
Meskipun dalam undang-undang disebutkan bahwa apabila mantan presiden sakit dan biayanya ditanggung negara, jika dilihat dari logika dan kepantasan, maka seharusnya uang tersebut pakai saja untuk mengobati tuh 100 orang.
kalo duitnya gak dikorup, Pak Harto dan seratus (bahkan bisa seribu dan seterusnya) orang bisa dibiayai secara bersama-sama.. Pak Harto memang korup, tapi dia juga punya jasa yg gak kecil buat bangsa ini. tapi sayangnya, yg dicontoh ma “penerus-penurus” Pak Harto cuma korupnya doank, jadilah keadaan saat ini kembali ke posisi tahun 65, minyak tanah antri, sekolah rubuh, dll
@ Ram-Ram Muhammad:
Really?
@ Kappa: First answer, nice.
@ aRul: Terus? Menurutmu itu bagus?
@ kamal87: Setuju? sama siapa nih?
@ AnD: Uh. No. Mensesneg tidak pernah secara eksplisit menyatakan kalau Pemerintah tidak mengeluarkan sepeserpun untuk ini. Dia hanya bilang “Suharto tidak pernah meminta haknya”. Pemerintah masih sangat mungkin membayar biaya itu meski pihak Suharto tidak meminta.
@ Cynanthia: Jawaban kedua ini
hahaha,,,ya kasian jga pak harto itu,,hmm,,tapi lebih kasihan sama 100 orang itu,,
tapi dilihat lagi,,,100 orang itu apa berjasa? apa pernha memimpin negara yang dulunya pernah dipimpin 1 orang yang mewakili 100 orang bahkan berjuta2 orang,,yah ngalah lah sama yang tua,,
toh sejelek2nya sekarang,,waktu pak harto memimpin dulu,,hidup kita enak,,cuman kelemahannya diktator itu,,hehe,,
kemaren ya kemaren lah,,hadapi apa yang ada di depan,,
kasian juga orang yang senasib sama pak harto tapi gak dapat perwatan yang layak..
kira-kira kalo uang segitu buat beli sepatu ar-riba dapat berapa ya??
anda menanyakan, “lebih baik menyelamatkan 1 orang atau 100 orang dengan dana yg sama”. tentu saja jawabane “selamatkan 100″.
tapi anda mengarahkan bahwa “satu orang” itu ke suharto yg note bene mantan presiden. Masalahnya, kalau dana itu emang dari keluarga sendiri yaa…. kita ndak bisa nuntut apa2.
Coba anda refleksikan ke diri anda sendiri. say…. anda berobat abis sekian juta dolar dari uang anda sendiri. trus ada orang bilang “ang segitu lebih baik ngobatin 1000 orang daripada buat ngobatin anda seorang”.
bagaimana menurut anda