Perihal Omong Kosong Konsumsi Publik

27 02 2008

Aturan tidak tertulis di dunia infotainmen adalah bahwa ketika kamu menjadi seorang artis, maka kehidupan pribadimu sudah menjadi ranah konsumsi publik. Dan dengan alasan itu mereka akan dengan enaknya bertanya kapan kamu mau kawin, dengan siapa kemarin malam kamu datang ke gala dinner, dan dengan gampangnya mereka akan datang ke Pengadilan Agama lokal untuk memeriksa apa benar kamu akan cerai minggu depan.

Pernahkah kamu berpikir tentang ini? Apa sebenarnya yang dimaksud konsumsi publik? Siapa yang membuat aturan seperti itu? Siapa yang memberi izin wartawan-wartawan itu bergerombol mengerubuti artis-artis hingga susah berjalan, susah keluar rumah, susah masuk mobil?

Saya kok berpikir semua itu omong kosong. Hanya karena kamu berprofesi artis, tidak lantas kehidupan pribadimu hilang. Itu cuma sampah yang dihembuskan orang-orang infotainmen sendiri sebagai justifikasi perilaku mereka yang, terus terang saja, suka kampungan dalam mengorek-ngorek hal-hal yang sejatinya bersifat pribadi.

Dan bodohnya kita semua percaya saja terhadap alasan mereka.

Dan bodohnya artis-artis itu kok juga mau percaya. Why don’t you fight back, guys?

Kalau artis-artis itu bersatu dan menolak berkomentar terhadap pertanyaan bersifat pribadi, dunia infotainmen bakal kehabisan nafas dan mati perlahan. Tanpa statemen dari artis, mereka hanya tinggal punya strategi menghembuskan pernyataan semacam “benarkah ada gosip bahwa Si Artis X berbuat ini…” meski sejatinya dari mereka sendirilah gosip itu bermula.

Bayangkan. Infotainmen mati. Bukankah itu impian kita semua?

Atau jangan-jangan sesungguhnya artis-artis itu juga butuh infotainmen untuk mendongkrak popularitas? Karena publisitas baik atau buruk itu ujung-ujungnya baik juga?


Tindakan

Information

Satu tanggapan

28 02 2008
Nindya

Atau jangan-jangan sesungguhnya artis-artis itu juga butuh infotainmen untuk mendongkrak popularitas? Karena publisitas baik atau buruk itu ujung-ujungnya baik juga?

Ada dua tipe artis: 1.) Ngetren karena bakat, 2.) Ngetren karena sering diomongin. Sayangnya, mayoritas artis di Indo ngetren karena sering diomongin. Bukan bakat. Jadi yaaaa, mereka emang bergantung dengan infotainment. Dan herannya, publik sama sekali ga masalah dengan itu. Heran gw, kenapa sih ga ada yang mau ngebunuh si Chintya Laurya yuang kualu nguomong ituwh mwulutnyah udyah khaya chuemi-chuemi?

Tinggalkan komentar